
Bagaimana Ilmu Pengetahuan Mengubah Perjuangan Melawan Polusi Udara dan Dampaknya terhadap Kesehatan dan Iklim
Polusi udara tetap menjadi salah satu tantangan utama bagi kesehatan masyarakat, iklim, dan lingkungan. Dalam waktu hanya satu tahun, kemajuan ilmiah besar telah memungkinkan pemahaman yang lebih baik tentang mekanismenya dan menawarkan solusi inovatif.
Para peneliti telah mengembangkan metode baru untuk menganalisis sifat polutan udara. Misalnya, model kecerdasan buatan kini memungkinkan untuk memprediksi badai debu dan pasir dengan presisi yang lebih tinggi, melampaui metode tradisional. Studi lain mengungkapkan bahwa pembentukan asam sulfat di udara, polutan utama, terutama dipengaruhi oleh radikal tertentu pada malam hari daripada oleh proses kimia yang stabil. Di Beijing, pengukuran menunjukkan bahwa beberapa senyawa kimia berkontribusi hingga sepertiga dari produksi harian nitrat, elemen utama polusi partikulat halus.
Dampak kebakaran hutan terhadap kualitas udara juga telah dipelajari secara mendalam. Asap dari kebakaran ini, seperti yang terjadi di Barat Amerika Serikat pada tahun 2020, mengubah distribusi vertikal polutan di atmosfer. Partikel yang dilepaskan bergerak dalam jarak yang jauh dan mendinginkan permukaan bumi dengan menghalangi sinar matahari. Pada tahun 2023, kebakaran hutan di Kanada bahkan memiliki dampak di seluruh belahan Bumi Utara, menunjukkan luasnya pengaruhnya.
Kota-kota tidak luput dari dampak ini. Peta detail polusi partikulat halus telah dibuat di Kigali, Rwanda, mengidentifikasi zona kritis di dekat jalan raya dan permukiman padat penduduk. Di New Delhi, sebuah studi mengungkapkan bahwa kelembaban memperparah tingkat keparahan polusi, meremehkan hingga 20% tingkat partikulat halus yang sebenarnya selama pagi hari di musim dingin. Pohon di lingkungan perkotaan, yang sering dianggap bermanfaat, terkadang dapat memperburuk situasi dengan menahan polutan dekat permukaan tanah.
Sumber polusi telah diidentifikasi dengan lebih baik. Peternakan intensif di Amerika Serikat bertanggung jawab atas hampir setengah dari emisi amonia nasional, gas berbahaya. Di India, industri manufaktur melepaskan logam berat dalam jumlah yang mengkhawatirkan, jauh melebihi ambang batas yang diizinkan. Kendaraan diesel dan truk besar tetap menjadi kontributor utama emisi partikulat karsinogenik.
Dampak terhadap kesehatan sangat mengkhawatirkan. Peningkatan 10 mikrogram per meter kubik partikulat halus meningkatkan hampir 4% jumlah intervensi darurat untuk anak-anak di India, dengan risiko lebih tinggi bagi anak perempuan dan mereka yang berusia di bawah lima tahun. Di Cina, partikulat halus memperburuk gangguan tidur, mengurangi saturasi oksigen dan meningkatkan risiko apnea. Kebakaran hutan, selain mencemari udara, menciptakan kondisi di mana kombinasi partikulat dan panas yang tinggi meningkatkan risiko kematian dini.
Kebijakan publik menunjukkan hasil yang menjanjikan. Di New York, penerapan tarif perkotaan mengurangi lebih dari 20% puncak polusi partikulat halus dalam beberapa minggu. Di London, zona emisi sangat rendah telah menurunkan tingkat dioksida nitrogen di dekat jalan raya, meskipun nilainya masih di atas rekomendasi WHO. Di India, membatasi pemanasan global hingga 2 derajat dapat mencegah ratusan ribu kematian dini setiap tahun dan menghasilkan miliaran penghematan.
Namun, tantangan tetap ada. Bahkan dengan skenario optimis, kurang dari dua pertiga negara-negara Eropa akan mencapai standar kualitas udara yang ditetapkan oleh WHO pada tahun 2050. Interaksi antara perubahan iklim dan polusi udara semakin mempersulit situasi. Misalnya, siklon tropis mengubah pembentukan ozon dan memperburuk risiko kesehatan di beberapa wilayah.
Pekerjaan ini menyoroti urgensi untuk bertindak. Inovasi teknologi, kebijakan publik yang ditargetkan, dan pemahaman yang lebih baik tentang mekanisme polusi menawarkan jalur konkret untuk melindungi kesehatan dan lingkungan. Perjuangan melawan polusi udara tidak hanya terbatas pada pengurangan emisi, tetapi juga melibatkan antisipasi efek iklim dan penyesuaian kota untuk udara yang lebih sehat.
Informations et sources
Référence scientifique
DOI : https://doi.org/10.1038/s44407-026-00063-8
Titre : One year of advancing clean air science: a comprehensive synthesis of contributions
Revue : npj Clean Air
Éditeur : Springer Science and Business Media LLC
Auteurs : Zhijun Wu; Yuan Wang; Min Hu